Saat membaca surat ini,
Mungkin aku sudah berada di alam lain menantimu
Tibalah sudah penantian panjangmu
Sudah saatnya kita menjalin kembali kisah yang selama ini terputus alami oleh takdir ilahi
Demi dzat yang diriku berada dalam kekuasaannya,
berbahagialah menyambut hari ini
Hari perjumpaan yang dinanti setiap pecinta sejati
Bermunajatlah kepada Tuhanku,
Tuhan yang engkau sembah dengan caramu, karena segala keterbatasanmu
Dengan begitu,
Dia akan mempertemukan kita dalam peraduan abadi dan dia juga yang akan menyatukan kita di alam surgawi yang diperuntukkan bagi setiap hambanya yang mempunyai hati suci...
Rabu, 29 Agustus 2012
Ku Ungkapkan Untukmu Sayang
Aku tertunduk lesu pada sepertiga malamku,
berniat untuk bersua ilahi
Namun terasa perih,
dara merisaukan jiwa
Membuat hati gundah gulana
Diatas sajadah,
aku rebahkan kepingan jiwa rasa tersibak,
meski telah memendamnya
berniat untuk bersua ilahi
Namun terasa perih,
dara merisaukan jiwa
Membuat hati gundah gulana
Diatas sajadah,
aku rebahkan kepingan jiwa rasa tersibak,
meski telah memendamnya
Kangen
Ku dekap cahaya rembulan, namun tak seindah dulu
Ku peluk erat mentari pagi, namun tak secerah dulu
Aduhai,
Cahaya hati yang bersemi, dimanakah engkau kini
Hati ini terasa sunyi karena rindu menanti
Ku peluk erat mentari pagi, namun tak secerah dulu
Aduhai,
Cahaya hati yang bersemi, dimanakah engkau kini
Hati ini terasa sunyi karena rindu menanti
Langganan:
Komentar (Atom)